Apple AirTag Generasi Kedua Hadir Belakangan di Sejumlah Negara Asia Tenggara

KRIS.WEB.ID – Apple AirTag generasi kedua, yang telah tersedia untuk dipesan di Amerika Serikat dan puluhan negara lain, akan diluncurkan lebih lambat di beberapa wilayah. Penundaan ini mencakup sejumlah negara di Asia Tenggara dan sekitarnya. Informasi ini dilaporkan oleh MacRumors pada Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut situs web resmi Apple yang dikutip MacRumors, perangkat pelacak item terbaru ini akan tersedia pada tanggal yang berbeda di beberapa negara. Daftar negara yang akan menerima AirTag terbaru pada tanggal yang lebih lambat meliputi Brazil, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Secara spesifik, di Korea Selatan, Apple dijadwalkan mulai menerima pesanan AirTag generasi kedua pada 28 Januari waktu setempat. Ini mengindikasikan bahwa ketersediaan di negara tersebut akan segera dimulai. Sementara itu, untuk sebagian besar negara lain yang disebutkan dalam daftar, Apple hanya menyatakan bahwa AirTag baru tersebut akan ‘segera hadir’ tanpa memberikan tanggal pasti.

AirTag generasi terbaru ini membawa peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya. Perangkat pelacak ini kini menawarkan jangkauan yang lebih luas. Peningkatan jangkauan ini berlaku untuk konektivitas Bluetooth dan fitur Precision Finding. Fitur Precision Finding memungkinkan pengguna menemukan barang dengan lokasi sangat akurat, terutama di area yang berdekatan.

Selain itu, AirTag baru dilengkapi dengan speaker yang menghasilkan suara lebih keras. Peningkatan ini bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam menemukan barang yang hilang melalui sinyal audio. Beberapa perubahan minor lainnya turut disertakan pada perangkat ini, yang diharapkan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

AirTag adalah perangkat pelacak kecil yang dirancang oleh Apple. Fungsinya adalah membantu pengguna menemukan barang pribadi mereka seperti kunci, dompet, atau tas. Perangkat ini memanfaatkan jaringan Find My Apple yang luas. Jaringan tersebut terdiri dari miliaran perangkat Apple aktif di seluruh dunia.

Ketika AirTag berada di luar jangkauan Bluetooth perangkat pemilik, AirTag akan mengirimkan sinyal Bluetooth aman. Sinyal ini dapat dideteksi oleh perangkat Apple terdekat dalam jaringan Find My. Lokasi AirTag kemudian dikirimkan secara anonim dan terenkripsi ke iCloud, memungkinkan pemilik melihatnya di peta aplikasi Find My.

Fitur Precision Finding, yang ditingkatkan pada AirTag generasi kedua, memanfaatkan teknologi Ultra Wideband (UWB). Teknologi ini memberikan petunjuk arah yang lebih tepat. Pengguna dapat melihat panah dan jarak yang menunjukkan posisi AirTag yang hilang. Ini sangat membantu saat mencari barang di dalam ruangan atau area yang ramai.

Peluncuran produk teknologi secara bertahap di berbagai negara adalah praktik yang umum dilakukan oleh banyak perusahaan global. Strategi ini seringkali diterapkan untuk mengelola logistik distribusi, sertifikasi regulasi lokal, dan ketersediaan stok di setiap pasar. Hal ini memastikan pengalaman peluncuran yang lebih teratur di seluruh dunia.

Meskipun tanggal pasti untuk sebagian besar negara Asia Tenggara belum diumumkan secara spesifik, keterangan ‘segera hadir’ dari Apple mengindikasikan bahwa perilisan tidak akan terlalu lama setelah ketersediaan awal di pasar lain. Pengguna di Indonesia dan negara-negara terkait dapat menantikan informasi lebih lanjut dari Apple mengenai tanggal peluncuran resmi.

Tinggalkan komentar