KRIS.WEB.ID – Apple akhirnya memperkenalkan AirTag 2, generasi penerus perangkat pelacak barang populer mereka, setelah penantian lima tahun. Perangkat baru ini secara fisik mirip dengan pendahulunya, namun membawa sejumlah peningkatan fungsionalitas yang signifikan. Peluncuran ini dilakukan pada Senin, 26 Januari 2026, dengan pengiriman pesanan dimulai pada Rabu, 28 Januari.
Salah satu peningkatan inti AirTag 2 adalah adopsi chip Ultra Wideband (UWB) generasi kedua dari Apple. Teknologi ini memungkinkan fitur Precision Finding berfungsi dari jarak 1,5 kali lebih jauh dari sebelumnya. Precision Finding sendiri merupakan kemampuan untuk menemukan AirTag secara presisi di area dalam ruangan menggunakan perangkat yang kompatibel.
Kemampuan Precision Finding kini tidak lagi terbatas pada iPhone. Fitur ini telah diperluas untuk berfungsi di Apple Watch Series 9 ke atas dan Apple Watch Ultra 2 ke atas. Perangkat Apple Watch tersebut memiliki chip UWB yang kompatibel untuk mendukung fungsi ini.
AirTag 2 juga dilengkapi dengan speaker yang 50 persen lebih keras dibandingkan model aslinya. Peningkatan ini tidak hanya memudahkan pengguna menemukan AirTag melalui suara, tetapi juga berfungsi sebagai langkah antisipasi tambahan. Suara yang lebih kencang ini bertujuan agar lebih sulit disamarkan sebagai tindakan anti-penguntitan. Selain itu, Apple menggunakan spesifikasi Bluetooth yang lebih baru dengan jangkauan lebih luas.
Untuk mengakomodasi speaker yang ditingkatkan, Apple merombak desain internal AirTag 2. Perangkat ini kini memiliki berat 11,8 gram atau 0,42 ons, menjadikannya tujuh persen lebih berat dari AirTag generasi pertama.
Perbedaan lain yang mencolok adalah teks di bagian belakang AirTag 2 yang kini semuanya menggunakan huruf kapital. Ini bisa menjadi cara mudah untuk membedakan model generasi pertama dengan yang baru. Bagian belakang perangkat juga sekarang mencantumkan ketahanan air dan debu IP67, serta dukungan NFC dan Find My, meskipun fitur-fitur ini bukan hal baru.
Apple secara spesifik menyatakan bahwa AirTag 2 dirancang untuk melacak objek, bukan orang atau hewan peliharaan, seperti yang tertera pada pengumuman dan halaman produknya. Proses reset AirTag 2 juga mengalami perubahan; pengguna perlu melepas baterai, membiarkannya selama minimal lima detik, lalu memasang kembali. Prosedur ini harus diulang sebanyak empat kali, dengan Apple menyebutkan bahwa nada akhir mungkin terdengar hingga 12 detik kemudian.
Untuk menggunakan AirTag 2, perangkat Apple Anda harus menjalankan iOS versi 26.2.1. Ini berarti AirTag 2 tidak akan berfungsi dengan perangkat yang tidak dapat menjalankan pembaruan perangkat lunak iOS 26 terbaru.
AirTag 2 tetap memanfaatkan jaringan Find My, memungkinkan pelacakan jarak jauh dengan memanfaatkan perangkat Apple lain. Perangkat ini juga mendukung Lost Mode dan fitur NFC untuk mengidentifikasi pemilik barang yang hilang. Opsi berbagi lokasi barang juga tersedia, bermanfaat di bandara yang berpartisipasi dengan maskapai penerbangan tertentu. AirTag 2 masih menggunakan baterai sel koin CR2032 yang diklaim Apple dapat bertahan lebih dari setahun.
Harga AirTag 2 tetap di angka $29 untuk satu unit, atau $99 untuk paket berisi empat unit. Pembelian juga sudah termasuk layanan ukiran gratis. Perangkat AirTag terbaru ini dapat dibeli mulai hari ini, dengan pengiriman yang akan dimulai pada Rabu, 28 Januari.
Dilansir dari MacRumors.