KRIS DWI ANTARA – Asus Indonesia mengumumkan strategi agresif untuk mendominasi pasar laptop dan PC komersial di Tanah Air selama tiga tahun mendatang. Perusahaan menargetkan lonjakan pangsa pasar yang signifikan, dari 5% pada tahun 2024 menjadi 18% pada tahun 2026.
Aldy Ramadiansyah, Head of Commercial Product Marketing Asus Indonesia, mengungkapkan bahwa langkah ini didukung oleh performa penjualan yang menggembirakan. Pangsa pasar Asus telah melonjak dari 5% di tahun 2024 menjadi 11% di tahun 2025. “Kita nggak cuma ketuk pintu, sekarang kita sudah mendobrak pintu-pintu itu,” ujar Aldy di Jakarta (30/12/2025), menunjukkan intensitas penetrasi pasar mereka.
Aldy optimistis target 18% pada 2026 dapat tercapai, yang berarti peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya. “Target kita di 2026 adalah market share yang lebih gemuk,” tambahnya.
Untuk mencapai ambisi tersebut, Asus memfokuskan strateginya pada tiga pilar utama:
1. Ekspansi Pasar Agresif dan Fokus Sektor Utama
Asus membidik tiga sektor primer: layanan keuangan (FSI), manufaktur, dan pemerintahan. Pendekatan ini tidak hanya mengutamakan produk, tetapi juga solusi komprehensif untuk kebutuhan spesifik setiap sektor.
2. Solusi Menyeluruh untuk Klien Korporasi
“Ada pendekatan B2B yang melibatkan layanan purna jual dan solusi yang lengkap, bukan hanya soal spesifikasi perangkat,” jelas Aldy. Pendekatan holistik ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan korporasi secara efektif dan memperkuat hubungan bisnis, mencakup optimalisasi lingkungan kerja dan dukungan purna jual.
3. Peluncuran Produk Unggulan (Flagship) Terbaru
Asus juga bersiap meluncurkan produk andalan (flagship) yang akan menjadi kekuatan baru di segmen bisnis pada tahun 2026. “Di 2026 akan ada launching flagship. Tunggu saja waktu dan produkannya,” ungkap Aldy, memberikan sedikit bocoran tentang inovasi yang akan datang. Peluncuran ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar Asus.
Di sisi lain, Asus tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga komponen seperti RAM yang dapat memengaruhi harga laptop. Namun, pihak Asus Indonesia masih menunggu keputusan dari kantor pusat. “Kita masih menunggu arahan dari HQ agar bisa memastikan strategi harga tetap relevan dengan kebutuhan pasar,” kata Aldy.
Dengan kombinasi strategi penetrasi pasar yang agresif, fokus pada solusi menyeluruh untuk korporasi, dan persiapan peluncuran produk unggulan, Asus menunjukkan komitmen kuat untuk menjadi pemimpin di pasar komputer Indonesia. Pengguna bisnis di Indonesia dapat menantikan terobosan inovatif dari Asus yang dirancang untuk menjawab tuntutan dinamis di era digital.