BMKG: Bibit Siklon 91S & 92P Ancam Hujan Lebat Jawa-Nusa Tenggara

KURISU NEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan adanya aktivitas dua bibit siklon tropis, yakni 91S dan 92P, yang berpotensi membawa dampak cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Peringatan ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi perubahan kondisi atmosfer yang signifikan.

Peringatan Dini Bibit Siklon 91S

Bibit Siklon Tropis 91S terpantau aktif sejak 21 Januari pukul 13.00 WIB, dengan posisi terakhir di Samudra Hindia, selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Sistem ini menunjukkan peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis penuh dalam kurun waktu 24 jam ke depan, bergerak perlahan menuju arah tenggara. Keberadaan 91S diperkirakan akan memberikan dampak signifikan, terutama di wilayah pesisir.

Dampak tidak langsung dari Bibit Siklon 91S meliputi:

  • Hujan Lebat hingga Sangat Lebat: Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Hujan Sedang hingga Lebat: Jawa Timur dan Bali.
  • Angin Kencang: Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
  • Gelombang Tinggi (1,25-2,5 meter): Laut Bali, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, dan Laut Arafuru bagian barat.
  • Gelombang Sangat Tinggi (2,5-4 meter): Perairan selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Sawu, dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Bibit Siklon 92P: Kewaspadaan di Timur Indonesia

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92P mulai terbentuk pada 22 Januari pukul 13.00 WIB dan saat ini berada di sekitar Teluk Carpentaria, selatan Papua Selatan. Meskipun memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis, sistem ini tetap memerlukan perhatian.

Pergerakan Bibit Siklon 92P yang ke arah selatan-barat daya diprediksi akan membawa dampak tidak langsung, antara lain:

  • Hujan Sedang hingga Lebat: Papua Selatan.
  • Gelombang Tinggi (1,25-2,5 meter): Laut Arafuru bagian tengah dan timur.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat dan Pelayaran

Menyikapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir, serta para pelaku pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah-langkah antisipasi sangat penting untuk menghadapi potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas sehari-hari dan keselamatan di laut. Informasi terkini dari BMKG disarankan untuk selalu dipantau guna mendapatkan pembaruan kondisi cuaca.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Tinggalkan komentar