BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Jakarta Pusat, Barat, dan Selatan Hari Ini

KURISU NEWS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat di tiga wilayah DKI Jakarta. Wilayah tersebut meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Imbauan ini berlaku untuk hari ini, Kamis (29/1).

Peringatan tersebut merupakan bagian dari Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek yang berlaku mulai 28 Januari hingga 1 Februari. Selain ketiga wilayah ibu kota tersebut, sebagian besar area Jabodetabek juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Beberapa daerah lain seperti Kota dan Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, serta Jakarta Utara turut diimbau waspada terhadap potensi angin kencang.

Secara umum, BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Fenomena ini diprediksi akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Tanah Air.

Pada skala global, fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif. Kondisi ini mengindikasikan adanya La Niña lemah. La Niña lemah berpotensi meningkatkan pasokan uap air di atmosfer. Peningkatan uap air ini mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah timur Indonesia.

Selain itu, aktivitas Monsun Asia yang telah memicu cuaca ekstrem sepekan terakhir diprediksi masih persisten. Monsun Asia diperkirakan akan tetap aktif hingga dasarian pertama Februari 2026. Fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) juga diperkirakan tetap aktif dalam beberapa hari ke depan, menambah potensi cuaca tidak menentu.

BMKG juga terus mewaspadai potensi pembentukan daerah tekanan rendah. Daerah tekanan rendah ini teridentifikasi di Samudra Hindia selatan Banten, Teluk Carpentaria, serta daratan Australia barat laut. Kondisi tersebut berpotensi membentuk daerah perlambatan angin atau konvergensi di wilayah Indonesia bagian selatan.

Daerah konvergensi ini menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan. Kondisi atmosfer yang relatif lembap dan labil ini berpotensi menyebabkan cuaca signifikan. Cuaca signifikan ini diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Dengan kondisi atmosfer yang relatif lembap dan labil, kondisi cuaca signifikan masih berpotensi terjadi di sebagian Indonesia, khususnya Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan,” demikian pernyataan BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 27 Januari-2 Februari.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi sangat penting untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Cuaca ekstrem dapat memicu berbagai dampak seperti genangan, banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Kesiapsiagaan dini diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana.

Tinggalkan komentar