BMKG Ungkap! Jakarta Dilanda Hujan Sangat Lebat Sampai Kapan?

KURISU NEWS – Jakarta dan sekitarnya diprediksi akan terus diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, bahkan cenderung ekstrem, hingga awal Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang mengancam ibu kota dan wilayah sekitarnya.

Prakiraan BMKG: Jakarta dan Sekitarnya Berpotensi Hujan Tinggi

Prakiraan cuaca terkini dari BMKG menunjukkan bahwa pada Dasarian II Januari 2026, wilayah Banten, Jakarta, hingga sebagian Jawa Barat berpotensi mengalami hujan dengan kategori tinggi atau sangat tinggi, dengan curah hujan melebihi 150 milimeter per dasarian. Kondisi ini diprediksi akan berlanjut hingga Dasarian III Januari dan Dasarian I Februari 2026.

Analisis kondisi regional per 22 Januari 2026 menunjukkan adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan aktivitas gelombang ekuator yang memicu peningkatan aktivitas konvektif di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Jawa. Selain itu, pantauan daerah konvergensi juga mengindikasikan pertumbuhan awan hujan yang signifikan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Dinamika Atmosfer Pemicu Curah Hujan Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa hasil analisis kondisi lokal/mikro menunjukkan peningkatan aktivitas konvektif yang kuat, didukung oleh kondisi labilitas atmosfer yang tinggi di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kondisi ini secara langsung berkontribusi pada intensitas hujan yang sangat lebat.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelumnya pada Selasa (20/1), juga telah mengingatkan tentang peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia menjelang akhir Januari. Menurutnya, gangguan atmosfer yang terdeteksi saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan, yang berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Peringatan Dini dari BMKG dan BPBD DKI Jakarta

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari,” kata Faisal. Ia menambahkan bahwa dinamika atmosfer saat ini memang menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia.

Sejalan dengan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga mengeluarkan peringatan dini. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebutkan bahwa potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22-23 Januari 2026, dan hujan lebat hingga sangat lebat pada 24 Januari 2026.

Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti genangan dan banjir di berbagai wilayah DKI Jakarta.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Kesiapsiagaan Masyarakat Kunci Mitigasi Dampak Cuaca

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan wilayah dengan sistem drainase terbatas. Langkah antisipasi yang disarankan meliputi persiapan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah serta menyiapkan tas siaga bencana untuk kondisi darurat. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari sumber resmi.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Informasi terkait masih berkembang, dan kami akan memperbarui detailnya jika ada data tambahan.

Tinggalkan komentar