KURISU NEWSS – Drama Korea “IDOL I” terus menghadirkan alur cerita yang memikat penonton. Serial ini menyoroti berbagai intrik dan sisi gelap industri hiburan. Episode 9 dan 10 kembali menyajikan kejutan tajam serta pengungkapan emosional mendalam.
Dua momen penting dalam episode terbaru ini menggambarkan kekejaman dan kehangatan. Kisah manipulasi industri hiburan hingga dinamika hubungan karakter utama, Do Ra Ik (Kim Jae Yeong) dan Maeng Se Na (Sooyoung Girls’ Generation), menjadi fokus.
Salah satu momen mengejutkan adalah jebakan yang disiapkan Laich Entertainment untuk Woo Seung (Ahn Woo Yeon). Terungkap bahwa Woo Seung bernegosiasi dengan Laich bukan karena cemburu. Ia hanya ingin Gold Boys mendapat kesempatan merilis album baru.
CEO Goldie Entertainment menjelaskan motivasi Woo Seung yang didorong keputusasaan. Laich Entertainment merekam sebagian percakapan Woo Seung. Mereka kemudian mengeditnya secara selektif untuk memutarbalikkan narasi.
Woo Seung pada akhirnya tidak bersalah atas ketidaksetiaan. Ia justru menjadi korban manipulasi industri hiburan. Kisah ini menunjukkan bagaimana idola tulus pun bisa terjebak dalam sistem yang mengutamakan kekuasaan.
Momen jahat lainnya datang dari situs tabloid Gossip Facts. Seorang penulis dari situs tersebut secara terbuka merencanakan cara menghasilkan trafik tinggi. Ia bahkan sengaja berniat merugikan Maeng Se Na.
Penulis tersebut menyimpan dendam setelah artikel sebelumnya tentang Do Ra Ik dihapus. Ia kemudian menerbitkan dua artikel jahat. Artikel pertama menuduh Do Ra Ik dan Maeng Se Na tinggal bersama, mengklaim hal itu tidak etis.
Artikel kedua lebih jauh lagi, mengungkap Maeng Se Na sebagai putri seorang pembunuh. Drama ini juga menyoroti peran publik dalam menyuburkan budaya tabloid. Tanpa permintaan, tidak akan ada pasokan berita bohong.
Hal ini terlihat jelas saat penggemar menyerbu kantor Maeng Se Na. Mereka melemparkan light stick setelah membaca artikel tersebut. Momen ini menjadi pengingat betapa mudah opini publik dapat dipersenjatai.
Di sisi emosional, Do Ra Ik menunjukkan niatnya dengan jelas. Setelah Jae Hee (Park Jeong Woo) dirawat, Maeng Se Na membawakan makanan untuk menghiburnya. Chung Jae (Kim Hyun Jin) bergabung dalam makan malam yang menegangkan.
Chung Jae memperingatkan Do Ra Ik untuk tidak salah mengartikan kebaikan Maeng Se Na. Ia mengklaim Maeng Se Na hanya suka membantu orang. Namun, Do Ra Ik menegaskan bahwa ia tidak bisa mereduksi hubungannya dengan Maeng Se Na hanya sebatas rasa terima kasih.
Ia menginginkan lebih dan tidak takut untuk mengatakannya. Adegan ini menunjukkan sisi Do Ra Ik yang tegas dan tulus.
Momen emosional manis lainnya adalah ‘kencan’ Do Ra Ik dan Maeng Se Na. Maeng Se Na bertanya apa yang akan dilakukan Do Ra Ik jika bisa hidup sebagai orang biasa. Do Ra Ik membawanya ke sekolah menengahnya.
Tempat itu mewakili masa ketika ia masih anak normal. Ini mungkin pertama kalinya Do Ra Ik mengizinkan seseorang masuk ke bagian hidupnya tersebut. Kencan berlanjut ke akuarium, kunjungan pertama bagi Do Ra Ik.
Melihatnya mengagumi akuarium dengan keheranan seperti anak kecil sangat menyentuh. Masa kecilnya dihabiskan dengan latihan ketat, tanpa kesempatan menjadi anak-anak. Momen singkat kebahagiaan itu menjadi tak terlupakan.
Sementara itu, Kwak Byeong Gyun (Jung Jae Kwang) semakin terjerumus. Ia kini berencana menggabungkan kasus Woo Seung dan Jae Hee. Tujuannya untuk menjebak Do Ra Ik sebagai pembunuh, menunjukkan betapa jauhnya ia telah jatuh.