KURISU NEWS – Para ilmuwan atom kembali memajukan Doomsday Clock atau Jam Kiamat pada Kamis, 29 Januari 2026. Penyesuaian ini menempatkan jarum jam 85 detik menuju tengah malam. Ini menjadi titik terdekat dengan tengah malam sepanjang sejarah peringatan simbolis tersebut. Pengumuman mengenai keputusan ini disampaikan dari Amerika Serikat.
Jam Kiamat merupakan simbol metaforis yang dikelola oleh Bulletin of the Atomic Scientists sejak tahun 1947. Simbol ini secara universal menggambarkan tingkat ancaman global terhadap keberadaan manusia. Tengah malam melambangkan bencana global yang tidak dapat dihindari lagi, seperti perang nuklir atau bencana iklim.
Awalnya, Jam Kiamat diciptakan untuk memperingatkan masyarakat dunia. Fokus utamanya adalah bahaya senjata nuklir yang mengancam selama era Perang Dingin. Para ilmuwan berharap dapat meningkatkan kesadaran publik dan mendorong tindakan pencegahan. Ini merupakan upaya kolektif untuk mitigasi risiko.
Seiring waktu, cakupan ancaman yang dipantau oleh Jam Kiamat meluas secara signifikan. Selain proliferasi senjata nuklir, para ilmuwan kini juga mempertimbangkan risiko perubahan iklim. Faktor lain seperti pandemi global dan teknologi disruptif yang berpotensi membahayakan juga ikut diperhitungkan.
Keputusan untuk memajukan atau memundurkan jarum jam dilakukan oleh Dewan Sains dan Keamanan (Science and Security Board). Dewan ini terdiri dari sekelompok pakar internasional terkemuka. Mereka memiliki keahlian mendalam di berbagai bidang ilmu pengetahuan dan kebijakan terkait ancaman eksistensial.
Posisi jarum jam yang kini 85 detik menuju tengah malam menggarisbawahi urgensi situasi global. Para ilmuwan melihat ancaman eksistensial semakin nyata dan mendekati titik kritis. Kondisi ini menuntut perhatian serius serta tindakan konkret dari para pemimpin dunia dan seluruh masyarakat.
Tujuan utama dari Doomsday Clock bukanlah untuk memprediksi masa depan yang suram. Sebaliknya, simbol ini berfungsi sebagai peringatan keras dan katalisator dialog. Harapannya adalah agar masyarakat dan pembuat kebijakan terdorong untuk mencari solusi. Solusi tersebut bertujuan mengurangi risiko bencana global.
Para ahli dari Bulletin of the Atomic Scientists secara berkala mengevaluasi kondisi dunia. Mereka menganalisis perkembangan geopolitik, lingkungan, dan teknologi terkini. Penyesuaian jarum jam mencerminkan penilaian kolektif mereka terhadap stabilitas dan keamanan global.
Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak. Kolaborasi internasional dan komitmen terhadap perdamaian sangat dibutuhkan. Langkah-langkah strategis harus diambil untuk mencegah konflik bersenjata dan mengatasi krisis iklim. Hal ini guna melindungi masa depan peradaban manusia.
Penempatan jarum jam pada titik terdekat dalam sejarah mengindikasikan tingkat keprihatinan yang mendalam. Ini mencerminkan penilaian para ahli terhadap risiko kolektif. Mereka melihat bahwa risiko tersebut berada pada puncaknya sepanjang sejarah modern. Masyarakat diharapkan merespons peringatan krusial ini.