KURISU NEWS – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan target ambisius untuk peningkatan kecepatan internet di Indonesia. Pada tahun 2026, Komdigi menargetkan kecepatan mobile broadband mencapai 80 Mbps. Sementara itu, kecepatan fixed broadband diharapkan dapat menembus angka 64 Mbps.
Target signifikan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Ia mengungkapkannya dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR bersama Komdigi. Acara tersebut disiarkan secara daring pada Senin, 26 Januari 2026.
Meutya Hafid menjelaskan bahwa kecepatan mobile broadband di seluruh ibu kota provinsi Indonesia pada 2025 mencapai 63,51 Mbps. Angka tersebut akan didorong untuk ditingkatkan menjadi 80 Mbps di tahun 2026. Percepatan ini merupakan bagian dari target yang seharusnya tercapai pada 2028 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Untuk fixed broadband, kecepatan rata-rata di seluruh ibu kota provinsi pada 2025 tercatat 51,84 Mbps. Komdigi menargetkan peningkatan menjadi 64 Mbps pada 2026. Target ini juga lebih cepat dari proyeksi RPJMN yang seharusnya baru tercapai pada 2027.
Sebagai perbandingan, data kecepatan internet dari Ookla per Desember 2025 menunjukkan angka yang sedikit berbeda. Kecepatan mobile broadband versi Ookla berada pada 52,73 Mbps untuk unduh. Sementara itu, kecepatan unggah tercatat 17,28 Mbps.
Untuk fixed broadband, Ookla mencatat kecepatan unduh sebesar 44,38 Mbps. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan data Komdigi sebelumnya. Kecepatan unggah fixed broadband menurut Ookla berada di angka 30,61 Mbps.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya Hafid juga memaparkan progres penetrasi jaringan 4G di Indonesia. Penetrasi 4G telah mencapai 98,95 persen populasi penduduk. Targetnya, pada 2026, angka ini akan meningkat menjadi 99,05 persen.
Layanan 5G juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Cakupan layanan 5G telah mencapai 6,33 persen luas pemukiman Indonesia pada 2025. Angka ini melampaui target RPJMN yang ditetapkan sebesar 4,4 persen.
Komdigi menargetkan cakupan 5G akan mencapai 8,5 persen luas pemukiman pada 2026. Meutya Hafid menyebut rencana lelang frekuensi 5G akan mendukung pencapaian target tersebut. Lelang diharapkan dapat terlaksana pada tahun 2026.
Selain itu, ekspansi jaringan fiber optik untuk layanan fixed broadband juga menjadi fokus utama. Jaringan ini telah mencakup 72,22 persen atau 5.253 kecamatan di Indonesia. Komdigi menargetkan cakupan fiber optik naik menjadi 82 persen pada 2026.
Program Kampung Internet yang dimulai pada 2025 juga akan terus digenjot Komdigi. Program ini telah melayani 1.194 titik akses internet di berbagai lokasi. Pada tahun ini, targetnya adalah mencapai 2.194 titik akses internet.
Meutya juga menyinggung program internet murah berbasis frekuensi 1,4 GHz yang sedang dipersiapkan. Ia mengatakan persiapan untuk program ini telah selesai dan siap dioperasikan secara bertahap. Program tersebut menargetkan 10,8 juta rumah tangga terlayani pada tahun 2030.