KRIS.WEB.ID – Meta berencana menguji coba layanan langganan premium pada platform utamanya, yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Uji coba ini bertujuan memperkenalkan fitur-fitur eksklusif yang meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih canggih. Langkah strategis ini mengindikasikan upaya Meta untuk mendiversifikasi model pendapatannya sambil tetap mempertahankan pengalaman inti platform agar gratis bagi seluruh pengguna.
Menurut informasi yang diperoleh dari TechCrunch, langganan premium ini akan hadir dengan serangkaian fitur berbeda di setiap aplikasi. Meta menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah memberikan lebih banyak kendali kepada pengguna dalam cara mereka berbagi dan terhubung di ketiga platform tersebut. Meski demikian, perusahaan saat ini masih dalam tahap eksperimen untuk menentukan penawaran paket langganan yang paling sesuai dan menarik.
Sebagai contoh, bagi pengguna Instagram, langganan premium dapat memungkinkan mereka untuk membuat daftar audiens tanpa batas. Fitur ini akan sangat membantu para kreator dalam mengelola interaksi pengikut mereka secara lebih efisien. Selain itu, pelanggan juga bisa mengetahui siapa saja pengikut yang tidak mengikuti balik akun mereka, sebuah fitur yang sering diminta oleh banyak pengguna. Pengguna juga akan mendapatkan kemampuan untuk melihat Stories secara anonim, menambah privasi dalam berselancar di platform.
Fitur berbayar serupa dengan fungsionalitas yang setara juga kemungkinan besar akan tersedia di WhatsApp dan Facebook. Meta bertujuan agar setiap aplikasi memiliki keunggulan tersendiri yang sesuai dengan karakteristik penggunanya. Integrasi ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman pengguna sambil menawarkan nilai tambah yang signifikan melalui model langganan.
Meta juga berencana mengintegrasikan Manus, agen AI yang baru saja diakuisisi dengan nilai akuisisi dilaporkan mencapai 2 miliar dolar AS, ke dalam rencana langganan premiumnya. Meskipun Manus akan menjadi bagian dari penawaran langganan pengguna, Meta tetap akan terus menjual langganan Manus secara terpisah kepada entitas bisnis. Hal ini menunjukkan dualisme strategi Meta dalam memanfaatkan teknologi AI-nya.
Penawaran lain yang akan datang adalah fitur video bertenaga AI melalui fitur Vibes. Vibes dirancang khusus untuk para kreator dan bisnis, dilengkapi dengan lencana verifikasi dan dukungan prioritas. Sejak diluncurkan tahun lalu, Vibes telah tersedia secara gratis. Namun, Meta kini berencana menawarkan akses freemium untuk kreasi video Vibes. Pengguna akan memiliki opsi berlangganan untuk membuka lebih banyak kesempatan kreasi video setiap bulannya, memperluas kemampuan mereka dalam pembuatan konten visual.
Model bisnis berbasis langganan ini bukanlah hal baru di dunia media sosial. Platform lain seperti X (sebelumnya Twitter) telah memiliki tingkatan berbayar dengan fitur eksklusifnya. Snap juga telah membuktikan keberhasilan model ini melalui Snapchat+, yang berhasil menarik 16 juta pelanggan dengan biaya $3.99 per bulan. Keberhasilan platform lain ini menjadi indikator positif bagi Meta dalam mengeksplorasi potensi langganan premiumnya, dilansir dari TechCrunch.