Paus Sperma Kerdil Terdampar di Pantai Tembles Bali, Berhasil Dievakuasi

KURISU NEWS – Seekor paus sperma kerdil ditemukan terdampar di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (27/1/2026). Mamalia laut ini berhasil dievakuasi oleh tim gabungan kepolisian, warga, dan organisasi konservasi.

Paus tersebut diduga mengalami disorientasi sebelum akhirnya terdampar di pesisir pantai. Proses penyelamatan berlangsung cepat mengingat kondisi paus yang masih hidup saat ditemukan.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, menjelaskan bahwa paus sperma kerdil itu memiliki panjang sekitar 210 sentimeter. Pengukuran dilakukan dari ujung mulut hingga bagian ekornya. “Diduga paus terdampar akibat mengalami disorientasi,” kata Kompol Sartika pada Selasa (27/1/2026).

Penemuan paus terjadi sekitar pukul 11.25 WITA. Kondisinya yang masih hidup memicu upaya penyelamatan segera. Tim evakuasi berkoordinasi untuk memberikan penanganan terbaik bagi mamalia laut tersebut.

Paus sperma kerdil (Kogia breviceps) adalah spesies cetacea yang umumnya hidup di perairan dalam. Mereka dikenal memiliki perilaku menghindar dari kapal dan jarang terlihat di permukaan. Habitat aslinya yang jauh dari pantai membuat fenomena terdamparnya paus ini menjadi perhatian.

Disorientasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Perubahan kondisi lingkungan laut, penyakit, atau gangguan navigasi akustik bisa memicu mamalia laut kehilangan arah. Kondisi ini seringkali menjadi penyebab utama terdamparnya satwa laut.

Mamalia laut yang terdampar memerlukan penanganan khusus. Stres, dehidrasi, dan luka fisik adalah beberapa risiko yang harus diatasi. Tim penyelamat harus memastikan paus tetap tenang dan stabil selama proses evakuasi.

Evakuasi paus dilakukan oleh tim dari Jaringan Satwa Indonesia (JSI) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Buleleng. Kedua organisasi ini memiliki pengalaman dalam penanganan satwa liar. Mereka bertugas memberikan pemeriksaan awal dan perawatan medis yang diperlukan.

Tim melakukan pemeriksaan kesehatan awal di lokasi penemuan. Hal ini penting untuk menilai kondisi paus sebelum dipindahkan. Setelah pemeriksaan, paus dievakuasi menuju fasilitas penangkaran untuk rehabilitasi lebih lanjut.

Kegiatan evakuasi berjalan lancar dan selesai sekitar pukul 11.45 WITA. Situasi di Pantai Tembles tetap aman terkendali selama proses penyelamatan. Kerja sama antara aparat kepolisian, masyarakat, dan tim konservasi sangat krusial dalam keberhasilan operasi ini.

Paus sperma kerdil merupakan salah satu spesies yang dilindungi. Upaya konservasi terus dilakukan untuk menjaga kelestarian populasi mereka di lautan. Penyelamatan individu yang terdampar adalah bagian penting dari upaya tersebut.

Insiden seperti ini mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat. Melaporkan penemuan satwa terdampar kepada pihak berwenang sangat membantu. Penanganan cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang hidup mamalia laut yang mengalami musibah.

Tinggalkan komentar