Waspada! Harga Ponsel dan PC Diprediksi Meroket di 2026 Akibat Lonjakan Harga RAM dan Dampak AI

KRIS DWI ANTARA – Konsumen yang berencana membeli ponsel atau komputer pribadi (PC) baru pada tahun 2026 sebaiknya menyiapkan anggaran ekstra. Kenaikan harga ini diprediksi terjadi akibat melonjaknya harga komponen RAM secara global.

Permintaan RAM yang sangat tinggi dari industri kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu utama. Server dan pusat data AI membutuhkan pasokan RAM dalam jumlah masif, yang secara langsung menekan ketersediaan RAM untuk pasar konsumen.

Situasi ini telah menyebabkan harga RAM meningkat dalam beberapa bulan terakhir dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga sepanjang tahun 2026. Presiden Xiaomi, Lu Weibing, bahkan telah memperingatkan bahwa tekanan harga chip memori akan semakin berat di tahun depan.

Menurut Weibing, konsumen akan menghadapi kenaikan harga perangkat ponsel yang cukup signifikan. “Saya memperkirakan tekanan akan jauh lebih berat tahun depan dibandingkan tahun ini,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.

Kenaikan harga ini bukan sekadar prediksi, melainkan sudah mulai terlihat di pasar. Contohnya adalah peluncuran iQoo 15 di Indonesia, sebuah produk unggulan yang dibanderol Rp 13 juta untuk varian RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB.

Harga tersebut menunjukkan kenaikan sekitar Rp 3 juta atau 30% dibandingkan pendahulunya, iQoo 13, yang dirilis setahun sebelumnya dengan harga serupa Rp 10 juta. Xiaomi pun merasakan dampak serupa pada model Redmi K90.

Redmi K90 kini dijual seharga 2.599 yuan (sekitar Rp 6,1 juta), meningkat dari Redmi K80 yang sebelumnya dibanderol 2.499 yuan (sekitar Rp 5,8 juta). Meskipun demikian, Lu Weibing belum memastikan berapa persentase kenaikan yang akan diterapkan secara global.

Strategi Vendor Menghadapi Lonjakan Harga

Selain menaikkan harga jual, produsen ponsel pintar diperkirakan akan mengurangi spesifikasi RAM pada segmen pemula (entry-level) dan menengah (mid-range). Pemangkasan ini bertujuan untuk menekan kenaikan harga akhir produk agar tetap kompetitif di pasar.

Dengan demikian, meskipun harga akan meningkat, kenaikannya diharapkan masih dalam batas daya beli konsumen. Strategi pengurangan kapasitas RAM ini menjadi kompromi untuk menjaga harga produk tetap terjangkau.

Dampak kelangkaan RAM juga terlihat jelas pada pasar PC, yang juga sangat bergantung pada pasokan chip memori. Kenaikan harga komponen ini mendorong konsumen untuk merencanakan pembelian dengan lebih cermat.

Para pembeli mungkin akan mempertimbangkan untuk memperpanjang masa pakai perangkat lama mereka daripada segera membeli yang baru. Di sisi lain, para vendor harus pandai mengelola biaya dan merumuskan strategi harga yang efektif agar tidak kehilangan pangsa pasar dan konsumen.

Situasi ini turut berkontribusi pada prediksi penyusutan pasar ponsel pintar global yang diperkirakan mencapai 2,1% pada tahun 2026. Kenaikan harga yang cukup signifikan menjadi salah satu faktor pemicu utama.

Industri ponsel pintar kini menghadapi dilema besar antara kebutuhan untuk mengintegrasikan teknologi AI dan keterbatasan pasokan memori. Teknologi AI memang menjadi daya tarik utama dan nilai jual, namun ironisnya justru menambah tekanan pada rantai pasokan komponen.

Para analis memprediksi akan terjadi kesenjangan harga yang semakin lebar antara ponsel premium dan ponsel kelas pemula. Ponsel unggulan kemungkinan besar akan tetap mempertahankan spesifikasi tinggi dengan harga yang melonjak drastis.

Sementara itu, segmen bawah harus berkompromi dengan spesifikasi yang lebih rendah demi menjaga harga tetap terjangkau. Fenomena ini juga terlihat pada kenaikan harga produk dari merek-merek global terkemuka seperti Samsung dan Apple.

Pengaruh pesatnya perkembangan teknologi AI telah lama diperkirakan akan meningkatkan harga ponsel pintar premium. Konsumen diharapkan harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendapatkan perangkat terbaru.

Perkembangan harga di masa mendatang akan sangat bergantung pada kapasitas industri semikonduktor dalam memperluas produksi chip memori. Selain itu, pola permintaan dari sektor AI juga akan memainkan peran krusial.

Seiring dengan kemajuan teknologi, baik konsumen maupun industri dihadapkan pada tantangan-tantangan baru. Kemajuan di bidang teknologi AI secara tidak langsung menciptakan tekanan ekonomi yang memengaruhi harga perangkat elektronik di pasar global.

Tinggalkan komentar