KURISU NEWS – Jakarta, CNN Indonesia — Aplikasi pesan instan terkemuka, WhatsApp, resmi meluncurkan fitur inovatif untuk memperkuat perlindungan privasi penggunanya. Fitur baru ini diberi nama Pengaturan Akun Ketat, yang dirancang untuk meningkatkan keamanan komunikasi digital.
Pengumuman fitur bergaya lockdown ini disampaikan langsung oleh WhatsApp dalam keterangan resminya pada Rabu (28/1/2026). Inisiatif ini menandai langkah lanjutan WhatsApp dalam memperjuangkan hak setiap penggunanya untuk melakukan percakapan daring secara privat.
Sebagai platform komunikasi, WhatsApp telah lama membekali diri dengan serangkaian fitur privasi. Salah satunya adalah enkripsi end-to-end yang aktif secara default untuk semua percakapan. Ini memastikan bahwa hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan.
Namun, WhatsApp menyadari adanya kebutuhan perlindungan yang lebih tinggi bagi kelompok pengguna tertentu. Jurnalis dan tokoh publik, misalnya, kerap menjadi sasaran empuk serangan siber yang canggih. Fitur Pengaturan Akun Ketat hadir untuk menjawab tantangan tersebut.
Jika pengguna mengaktifkan fitur ini, sejumlah pengaturan akun akan secara otomatis dikunci. Sistem akan menyesuaikannya ke konfigurasi privasi yang paling ketat. Langkah ini dirancang untuk membatasi beberapa cara kerja standar aplikasi.
Pembatasan tersebut meliputi pemblokiran lampiran dan media dari nomor yang tidak terdaftar di daftar kontak pengguna. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi risiko penerimaan konten berbahaya atau yang tidak diinginkan dari pihak tak dikenal.
WhatsApp menyatakan bahwa peluncuran fitur Pengaturan Akun Ketat akan dilakukan secara bertahap. Proses ini diperkirakan berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Pengguna dapat menantikan ketersediaan fitur ini di perangkat mereka.
Untuk mengaktifkan fitur Pengaturan Akun Ketat, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah sederhana. Pertama, buka aplikasi WhatsApp di ponsel Anda. Kedua, masuk ke bagian Pengaturan atau ‘Settings’.
Langkah selanjutnya adalah memilih bagian Privasi. Setelah itu, pilih opsi Lanjutan atau ‘Advanced’. Di sana, pengguna akan menemukan opsi untuk mengaktifkan Pengaturan Akun Ketat.
Pihak WhatsApp menegaskan bahwa fitur ini merupakan salah satu dari berbagai upaya mereka. Tujuannya adalah melindungi pengguna dari ancaman siber yang paling kompleks dan terus berkembang. Hal ini menjadi prioritas utama bagi platform tersebut.
Lebih jauh lagi, WhatsApp juga telah mengintegrasikan bahasa pemrograman Rust di balik layarnya. Implementasi Rust ini bertujuan untuk memperkuat keamanan internal aplikasi. Ini membantu menjaga foto, video, dan pesan pengguna agar tetap aman.
Penggunaan Rust secara khusus ditujukan untuk melindungi data dari hal-hal seperti perangkat lunak mata-mata. Dengan demikian, pengguna dapat berbagi informasi dan berkomunikasi dengan rasa aman di lingkungan WhatsApp. Seluruh inisiatif ini menunjukkan komitmen berkelanjutan WhatsApp terhadap keamanan dan privasi data penggunanya.